Silahkan Share :

EFEKTIVITAS PENAMBAHAN BATU KAPUR GILING

PADA CAMPURAN MORTAR UNTUK PASANGAN DAN PLESTERAN :

STUDI KASUS UJI KUAT TEKAN MORTAR

 

      SMA PGRI 2 Kayen Meraih Juara 2 tingkat Internasional di Georgia. Indonesia berhasil meraih Juara 2 tingkat Internasional berkat penelitiannya mengenai pemanfaatan batu kapur. SMA PGRI 2 Kayen berhasil mewakili Indonesia di negara Eropa hanya karean Batu Kapur. mungkin menurut orang awam batu kapur dianggap sepele. Namun bagi Moh. Rouf, S.Pd.,M.Si selaku pembimbing, batu kapur mempunyai manfaat yang luar biasa kalau kita proses. Pemanfaatan batu kapur giling sebagian sebagai bahan campuran untuk pasangan dan plesteran masih jarang digunakan. Padahal  batu kapur memiliki kandungan CaO berkisar antara 60% sampai 80% sehingga diperkirakan mampu mengurangi penggunaan semen portland.

Dinding batu kapur dan bongkahan batu kapur

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kuat tekan mortar dengan perekat semen yang dicampur dengan batu kapur giling dan prosentase penambahan batu kapur giling yang masih mempunyai kuat tekan layak sesuai standar mortar. Benda uji kuat tekan berbentuk kubus ukuran 60mm x 60mm x 60mm. Pengujian kuat tekan dilakukan di laboratorium bahan dan konstruksi Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Semarang. Pada saat pengujian umur mortar 8 hari dengan kadar penambahan batu kapur giling berbeda-beda.

Perbandingan semen : pasir : batu kapur giling sebesar 1 : 6 : 2 dan 1 : 7 : 3 menghasilkan kuat tekan mortar yang melebihi kuat tekan standar mortar tipe N. Pada komposisi perbandingan 1 : 7 : 3 disamping mampu menaikkan kuat tekan mortar sebesar 10,56 kg/cm2 juga dapat menghemat pemakaian semen sampai 25% tanpa mengurangi batas kuat tekan mortar sesuai standar SNI 15-3758-2004 . ( LTori Arta )

Leave a Comment