Silahkan Share :

 “Waspada dan Ambil Positifnya Saja…!!!”

Photobucket
Seiring kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, budaya kita yang dulunya kental dengan nilai-nilai luhur semakin terkikis. Itu dikarenakan pengaruh budaya asing yang cepat berkembang yang dapat dikonsumsi masyarakat melalui televisi, internet, dan sebagainya.

Pacaran,,,,,,mungkin itu istilah yang tabu jika ditempatkan pada zaman dulu yang masih kental dengan budaya. Namun sekarang ini, hal itu bukan lagi hal tabu tapi malah menjadi budaya tersendiri di kalangan remaja yang sekarang tidak kenal lagi istilah “pekewuh.” Hal itu dapat terlihat dari remaja-remaja di sekitar kita yang berpacaran. Hampir sebagian besar dari mereka tidak malu untuk berpacaran di tempat umum. Parahnya, apa yang dilakukan itu sudah tak pantas lagi untuk status pacaran.

Remaja dahulu berpacaran melalui surat dan jarang ketemu, langsung berdekatan pun mereka takut, tapi remaja sekarang ini berpacaran sudah tidak melalui surat lagi karena dianggap sudah kuno. Perubahan yang terus berkembang menyebabkan cara berpacaran pun berkembang bahkan sudah melewati batas, mereka tidak takut untuk menjurus kearah yang lebih jauh seperti melakukan seks bebas dengan pasangannya. Perilaku seks bebas ini sudah sangat meresahkan orang tua dan masyarakat setempat, siapa yang patut disalahkan kalau kejadian itu sudah terjadi apalagi kalau sampai remaja perempuan sudah hamil.

Yach…mungkin bagi mereka usia remaja adalah usia untuk bersenang-senang, apapun caranya tanpa mempedulian masa depan. Pemikiran seperti itu jelas sangat salah, bahkan tidak patut untuk ditiru. Memang tak ada larangan berpacaran, sebatas apa yang dilakukan itu masih sewajarnya dan bisa saling memotivasi antarpasangan. Untuk hal-hal yang bersifat positif, mungkin hal itu bisa menjadi motivasi tersendiri. Remaja adalah masa untuk mulai menata kehidupan mendatang. Selagi ada kesempatan, marilah tata diri kita dengan baik, jangan hancurkan diri karena pengaruh asing yang sama sekali tidak ada baiknya itu.

 

(Jurnalis Eksis)

Leave a Comment